Gabungan eskul tahfizdh dan FSI SMAN 1 Tilatang Kamang melaksanakan ...
SMAN 1 Tilatang Kamang melaksanakan IHT dengan tema pembuatan soal berbasis HOTS. Kepala SMAN 1 Tilatang Kamang menyatakan bahwa pelatihan ini sangat berguna dalam meningkatkan kompetensi guru dalam membuat soal yang berbasis HOTS. Sekolah mendatangkan narasumber kompteten yang berasal dari SMAN 1 Salimpauang, Tanah Datar.
Soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) adalah instrumen penilaian yang menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi. Soal jenis ini tidak sekadar menguji hafalan, melainkan meminta siswa untuk memecahkan masalah, berpikir kritis, kreatif, dan logis melalui analisis, evaluasi, hingga penciptaan ide baru.
Berikut adalah panduan ringkas dan menyeluruh untuk memahami soal HOTS:
1. Karakteristik Utama
- Berbasis Stimulus: Soal biasanya diawali dengan konteks atau informasi berupa teks, grafik, tabel, atau studi kasus nyata.
- Kontekstual: Masalah yang disajikan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari atau fenomena di lapangan.
- Tidak Rutin: Penyelesaiannya membutuhkan lebih dari satu langkah dan tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengingat rumus atau teori mentah.
HOTS awalnya dikenal dari konsep Benjamin S. Bloom dkk. dalam buku berjudul Taxonomy of Educational Objectives: The Classification of Educational Goals (1956) yang mengategorikan berbagai tingkat pemikiran bernama Taksonomi Bloom, mulai dari yang terendah hingga yang tertinggi.
Taksonomi Bloom merupakan tujuan-tujuan pembelajaran yang terbagi ke dalam tiga ranah, yaitu:
- Kognitif (keterampilan mental seputar pengetahuan)
- Afektif (sisi emosi seputar sikap dan perasaan)
- Psikomotorik (kemampuan fisik seperti keterampilan)
Konsep Taksonomi untuk menentukan tujuan belajar ini dapat kita sebut sebagai tujuan akhir dari sebuah proses pembelajaran. Jadi, setelah proses pembelajaran tertentu, siswa diharapkan dapat mengadopsi keterampilan, pengetahuan, serta sikap yang baru.